Selamat memasuki waktu Indonesia bagian galau
warga daerah Jakarta Tengah dan sekitarnyaaa. Pertama-tama mari kita panjatkan
tembok kemenangan karena UAS telah selesai !! IT HAS DONE ! Result? Apa aja
yang penting dapet A (amiiiin) hahahaa..
Hmm..baru dapet ide buat
nge-post kisah-kisah dongeng kaya gini kira-kira setelah abis CnC bareng
sahabat dahsyat TSM. So, tadi kita (gue, regita a.k.a. lele, oci, mita,
priscil, shinta) ceritanya merayakan selesainya UAS dengan makan-makan besar di
CnC (sebenernya ga merayakan juga dan ga makan besar juga.. masa makan besar di
CnC?? hellooo ga ada yang lebih mewah wkwk senga lu ah met !). Nah, pas lagi di
CnC itu ngobrolin macem-macem, dari mulai A-Z (girl's things lah pokokna qaqa uuuuu).
Trus, ada satu part obrolan yang gatau gimana alirannya bisa ngomongin
fairytale (ini bahasa minang, bahasa British-nya itu dongeng, guys). Oke, jadi
yang atas itu adalah prolog ! Intinya gue sangat suka sama hal-hal yang berbau
dongeng (yeah, i'm a big dreamer.. i haaaaveeee a dreeeaaaaam.. a soooong to
siiiiing *lanjut*).
Kenapa suka? because my papa always
bought me some fairytale's books since i was a kid (though i couldn't read at
that time), big thanks to you pah, you had coloured my childhood with those
stories, i am so much grateful !
Oh lanjut yah..
Jadi, apa sih yang kalian pikirin
kalo denger kata fairytale (pei-ri-tel) a.k.a. dongeng? Pasti dari kalian
langsung berpikir kisah-kisah percintaan macam pangeran nemuin permaisuri terus
nikah dan hidup bahagia selama-lamanya..
Well, sebenernya ga selalu gitu juga
yah, dongeng itu kan merupakan cerita, setiap cerita juga ada yang buruk dan
ada yang baik. Dongeng bukan selalu yang berkaitan dengan kebahagiaan dan
semacamnya, ada juga dongeng yang sedih dan semacamnya..
Oke, gamau banyak bacot gamau banyak
omong, saya disini hanya meminta sesuap cinta dan kasih sayang dari orang-orang
yang telah rela membaca tulisan yang penulisnya sendiri juga gatau nulis opo
-__-"
Ini dia dongeng-dongeng yang gue baca
sedari kecil binti lucu binti imut.. Check it out, guuuys..
|
Duyung Sri Ayu
Naaah, udah pada ga asing dong yah
kalo denger dongeng tentang putri duyung yang jatuh cinta sama seorang pangeran
yang diselamatin sama dia, kemudian berubah jadi manusia, menikah dengan sang
pangeran, and they live happily ever after. Tapi, itu sih cerita dongengnya
Walt Disney-Ariel (The Little Mermaid).
Cerita dongeng Duyung Sri Ayu yang
gue baca waktu kecil ini jalan ceritanya hampir mirip sih sama ceritanya om
Disney itu, tapi beda di ending-nya. Di akhir cerita, duyung sri ayu ini ga
bisa dapetin hati pangeran karena sang pangeran udah terlanjur jatuh cinta sama
wanita (manusia) yang dikiranya nyelametin dia pas dia tenggelam di laut antah
berantah itu dan menikah deh sama cewe itu. Karena duyung ini udah trade
ekornya dengan kaki manusia ke penyihir (buat ketemu sama pangeran yang
dicintainya itu)-oh iya..perlu diketahui juga, duyung ini jadi bisu pas jadi
manusia dan setiap dia melangkah itu dia ngerasain sakit yang amat sangat di
kakinya dia (hmm kasian yah..)-maka si duyung pun jadi ngerasa sia-sia dong
kalo cintanya cuma bertepuk sebelah tangan. So, sodara-sodaranya duyung sri ayu
trade rambut-rambut mereka ke penyihir untuk dapetin ramuan supaya duyung sri
ayu bisa kembali ke habitat semula, tapi dengan syarat dia harus bunuh sang
pangeran dengan belati sebelum terbit fajar. Kebayang ga? membunuh orang yang
kita sayang demi diri kita sendiri, well..love is not selfish, is it?
Duyung sri ayu akhirnya ga ngebunuh
pangeran sampe terbit fajar dan dia pun menyemplungkan (gue tau ini bahasa
kurang enak..kasih kucing lah *krik) dirinya ke laut, menjadi buih laut dan
punah seketika. Sedih kaaaaan?!! huhu.. Itu dongeng putri duyung yang
sebenarnya. Makanya, gue bilang dongeng ga selalu bahagia. Sama aja kaya
kehidupan :p
Si Janggut Biru
Hmm..gambar ini bukan tokoh dongeng yah.
Asal aja ambil dari google. Jadi, bayangin aja rupanya Si Janggut Biru itu kaya itu dan janggutnya rada hitam kebiruan, rupawan, kaya raya, macho (tapi ga
kaya Agung Hercules *backsound: Astuti* #okesip). Oke, jadi Si Janggut Biru ini
orangnya sering banget menikah dan orang-orang sekampung itu pada bingung
karena istrinya dia yang terdahulu juga ga jelas kabarnya gimana, pokoknya
nikah-nikah terus deh. Sampai, suatu saat dia melamar wanita biasa di
kampungnya itu dan akhirnya menikahlah mereka. Suatu hari, bandot tua ini
(maksudnya janggut biru, gue penasaran nama dia siapa, kasian banget sih orang
tuanya masa ngasih nama gitu, masa iya dari bayi dia langsung jenggotan, kecuali
dia bandot ! pfffttt..lanjut) pergi dalam waktu yang cukup lama (gatau bisnis
buat hewan kurban buat Idul Adha atau bisnis jadi investor rambut buat orang
botak). Dan, dia titip kunci-kunci istana beserta istana ke istrinya yang baru
dinikahinya itu, istrinya boleh pake semua kunci-buat masuk ke seluk-beluk
istana mana aja-kecuali kunci yang teksturnya paling beda dari yang lain dan
agak kecil. Abis itu, istrinya ini, ngajak main sodara-sodaranya ke istana.
Pas, di istana, mereka main matching-matching-in kunci yang pas buat ruangan
gitu. Sampai akhirnya tiba di suatu ruangan yang cocoknya sama kunci yang
teksturnya beda sendiri itu.
Karena ke-kepo-an sang istri dan
sodara-sodaranya tersebut, ruangan itu pun dibuka tanpa rasa bersalah
sedikitpun. Tanpa disangka-sangka, di dalam ruangan itu terdapat koleksi mayat
dari istri-istri si Janggut Biru yang terdahulu (iiih ngeri kaaan). Kemudian,
istrinya dan sodaranya itu panik ketakutan dan akhirnya lari. Tapiiiiii..di
kunci yang teksturnya unik itu terkena noda darah yang ga bisa dihilangin sama
sekali. Ketika, bandot biru ini pulang, dia nagih lagi dong kunci ke istrinya
itu. Biar udah diumpetin gimana juga, yang namanya rahasia pasti ketauan.
Akhirnya, bandot biru mutusin buat bunuh istrinya. Tapi, istrinya pinter, dia
minta waktu buat berdoa sebentar, padahal cuma alesan buat cari bantuan.
Bantuan pun datang, Janggut biru dibunuh, istri si Janggut biru yang sekarang
sudah menjadi mantan istri pun dilamar oleh pria yang tepat.
Hiiii, ini perasaan ga ada bagusnya
sama sekali yaaa. Dongeng ga harus selalu cinta kaaaan...
Si Buruk dan Si Cantik Jelita
Kalo ini, semua juga pasti tau lah
yaaaah. Judul bahasa sunda-nya sih Beauty and The Beast. Dongeng percintaan
antara pangeran-yang karena kesombongannya, dikutuk menjadi seorang yang buruk
rupa-dengan si cantik jelita (cantik kalo dibandingin sama si buruk itu sih
mungkin yah). Karena si cantik jelita mencintai pangeran buruk rupa apa adanya
dan bukan ada apanya, maka lenyaplah kutukan tersebut. Love isn't about an
elegant boyfriend, right? ;)
Masih ada banyak banget dongeng yang gue baca, ada Putri Ibu Jari (Thumbelina), Kucing Bersepatu Boot (yang dibuat film kartun animasinya itu juga loh hehe), Kerudung Merah (Red Riding Hood), Narsisius (ini orang Yunani yang mengagumi dirinya sendiri, yang akibat kenarsisan-nya itu, menyebabkan kematian diri dia sendiri, akibat mengagumi bayangan dirinya sendiri di kolam, maka dia pun tenggelam). Duuh, banyak banget pokoknya dongeng yang gue baca sewaktu kecil.
Sekian posting dari saya. Kalo ada yang baca terus tertarik juga sama dongeng-dongeng kaya gitu, mungkin kita bisa sharing ;)
|
Komentar
Posting Komentar