Terbit dan Senja
Gue jadi kepikiran untuk posting tentang sesuatu ini karena twit dari temen yang berbunyi:
"Kenapa senja? Semua aja senja. Apa bagusnya senja kalau tak kau lihat terbit mendahuluinya?" -@milaputri
Iya. Kenapa ya gue juga suka banget sama senja?
Padahal senja itu serem. Mirip warna darah.
Senja itu pembunuh. Menghilangkan nyawa matahari.
Ah, tapi tetep indah banget.
Matahari terbit juga bagus sih tapi jarang liat.
Oh, tentu keduanya bagus dong kan ciptaan Yang Maha Besar.
Senja itu sebetulnya jarang muncul. Dia terlihat kalau langit lagi bagus aja.
Kalau terbit..hmm kalau mendung juga ga terlihat yah.
Senja itu memendam haru. Terbit itu harapan baru.
Keduanya bagus.
Tapi, suka itu karena terbiasa, kan.
Gue terbiasa melihat senja dibanding terbit, jadi gue suka senja.
Mungkin ga sih kalau lagi senja itu ada pintu gerbang yang terbuka untuk akses ke dunia baru?


Komentar
Posting Komentar